BELAJAR MEMAHAMI AL-QURAN: Tafsir Al-Baqarah Ayat 6-7

Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Gusti Alloh berfirman yang intinya kurang lebih seperti ini:

Sesungguhnya orang-orang kafir itu kamu kasih peringatan atau tidak sama saja, mereka tidak akan beriman.

Ayat selanjutnya:

Alloh mengunci hati dan telinga mereka, di mata mereka terdapat tutup/ penghalang. Dan bagi mereka adalah siksa yang amat besar/ pedih.

Ada tiga hal penting yang perlu kita bahas dari kedua ayat tersebut:

  1. Meski orang kafir didakwahi atau tidak mereka tetap akan kafir, bukan berarti itu menjadi sebuah hukum bahwa "mendakwahi orang kafir itu tidak perlu". Dakwah tetap harus dilakukan karena gusti Alloh dawuh: "wama 'alaika illal balaagh" (Tugasmu hanya menyampaikan).
  1. Yang dimaksud kafir dalam ayat tersebut adalah "orang yang hidupnya kafir dan mati dalam keadaan kafir". Karena ada ayat lain yang mengatakan "wamatuu wahum kuffaar" (mereka mati dalam keadaan kafir). Jadi jelas bahwa yang dimaksud kafir di sini adalah: Orang kafir yang mati dalam keadaan kafir.
  1. Yang dimaksud dengan: "Alloh mengunci hati dan telinga orang-orang kafir, dan di mata mereka terdapat penghalang...dst" itu adalah hati, telinga, dan mata orang kafir yang hidupnya kafir dan mati dalam keadaan kafir. Karena di ayat lain Gusti Alloh berfirman: "Iy yantahu yughfar lahum ma qod salaf" (jika mereka mau menyudahi kekafirannya maka dosa-dosa mereka yang telah lalu akan diampuni)

Jadi jelas bahwa ayat "khotamallohu 'ala qulubihim...dst" itu hanya untuk orang kafir yang mati dalam keadaan kafir, sedangkan orang kafir lainnya masih memungkinkan untuk menerima hidayah.

Terbukti dengan cerita-cerita hadist shohih seperti kisah Sayidina Umar, Kholid bin Walid, dan sahabat-sahabat Rosul lainnya yang dahlu sangat menentang Islam bahkan mau membunuh Rosululloh, tapi ahirnya mereka mendapat hidayah dari Gusti Alloh. Mereka masuk islam, dan meninggal dalam agama Islam.

Belajar al-Qur'an memang tidak mudah, kita harus paham 'ulumul qur'an, ushul fiqih, dan ilmu-ilmu lainnya. Tapi santai saja. "La yukallifullohu nafsan illa wus'aha". Alloh itu tidak menuntut seseorang kecuali hanya sebatas kemampuannya saja.

Oleh karena itu kita harus tetap belajar al-Quran sesuai kemampuan. Tapi jangan kesusu, keminter apalagi minteri, karena al-Quran itu sifatnya "La yamassuhu illal muthohharun". Al-Quran itu tidak mau disentuh oleh orang-orang yang sombong, sok pinter, dan minteri liyan....-:)

Semoga bermanfaat...Amiin.

 

Yogyakarta, 22 Juni 2020

Habib Asy'ari Ahmad

Beriklan Disini Beriklan Disini