Reportase Manunggal Syafaat Juli 2020 Siaran Tunda - Tresno lan Panguripan

Sumber Gambar : Redaksi Manunggal Syafaat

REPORTASE MANUNGGAL SYAFAAT 31 JULI 2020
TEMA : TRESNO LAN PANGURIPAN

Manunggalan malam ini dibuka dengan melantunkan sholawat Sidnannabii. Kemudian dilanjutkan pembacaan Muqaddimah tresno lan Panguripan. Tema ini dipilih oleh Kawan-kawan Manunggal syafaat karena dirasa sangat dekat dengan keresahan kawan-kawan Manunggal. Yaitu terkait masalah Percintaan, kehidupan dan bagaimana bisa hidup serta menghidupi diri dan cinta jika telah ditemukan nanti. Hal ini merujuk atas dikarenakan mayoritas penggiat maupun jamaah masih banyak yang belum berkeluarga, dan juga terkait permasalahan-permasalahan penghidupan masing-masing.


Malam ini spesial sekali karena manunggalan diadakan hanya dimungkinkan 4 orang saja, dan ketika acara dimulai sudah gelap karena listrik padam, sehingga kami memutuskan untuk menggelar tikar di halaman rumah Bayu. Dengan beratap langit dan ditemani semilir dingin musim kemarau nan syahdu, kami memulai diskusi.

Bayu membuka dengan menghubungkan Tresno lan Panguripan dengan Langitan, Tresno itu urusannya yaitu mencari yang Sejati, dan dalam rangka itu kita mencari kekosongan atau keganjilan-keganjilan. Urusannya resah. Ada hal yang belum lengkap di hati kita. Kadang ketika melengkapi kekosongan di hati kita itu kita sering bingung, apakah kosong karena tiada Pasangan, ataukah butuh Hal panguripan yang harus didahulukan. Ataukah memang kosong karena pongah tak punya pasangan juga panguripan. Ngerokok pun sampai rela memungut tegesan.

Era saat ini adalah era dimana segala sesuatu diukur dan juga terukur dengan hal yang kuantitatif (semua harus terukur). Banyak sekali target-target yg belum tercapai tetapi ‘wektune wis wayahe’. Sehingga menimbulkan pertanyaan dalam diri, mana dulu yang harus dilakukan, antara mengisi kekosongan dihat atau mengisi kekosongan di dompet.

Hingga pada saat itu Mas Dwi Hantoru yang pada malam itu sebagai “hubbul marja’ dan juga tijarotul marja’” bagi ketiga pemuda pongah malam itu, menuturkan beberapa statemen yang lumayan valid ketimbang lainnya. Sebab malam itu hanya Mas Dwi lah yang sudah beranak istri dan juga mempunyai usaha yang bisa dikatakan mampi mencukupi.

“Cinta dan panguripan bisa dilakukan bersamaan.” Jika Simbah telah berulang kali berpesan kepada anak cucunya untuk segera menemukan potensi dan bakat dirinya, pastilah dengan keyakinan dan istiqomah hal tersebut akan jadi “pacul” atau panguripan. Itu sudah otomatis. Temukan diri dan ruang dimana engkau dapat bermanfaat dengan ke”diri”anmu itu penting. Sebab kalau bakat yang tidak sesuai dengan ruangnya juga akan kurang pas. Ibarat bakat menyanyi tetapi cuaca dan komunitasmu tidak mendukungmu untuk menyemai bakat itu menjadi tumbuh dan berbuah manfaat.

Sehabis itu Bima juga menambahkan cerita dan pengalaman dirinya ketika menjadi Chief Art Director pada salah satu projek pembuatan video clip. Banyak hal. Namun akhirnya tetap merujuk pada keresahan “tresno lan panguripan”. Bisa diasumsikan Mas Bim adalah salah satu pemuda yang berproses menemukan diri yang sedang berusaha menemukan cuaca yang tepat bagi bibit potensi bidang yang ia tekuni.

Ketiga, Bayu menambahkan dengan berbagi cerita mengenai pengalaman cinta dan startup yang ia bangun. Suka duka dan curcol ala ala pemuda xinta. Yang pada akhirnya membagikan beberapa keajaiban akan sikap fokus dan komitmen pada sebuah keinginan. “Tulis 25 hal yang kamu ingin capai, pilih maksimal 5, lakukan yang 5 itu secara serius dan istiqamah, dan jangan lakukan yang 15 lainnya.”. Menurut pengalaman Bayu, hal itu nyata terjadi pada dirinya pada sebagian pengharapan atas hidup. Dan yang pasti, selurih capaian yang diinginkan, dan pemahaman kita atas ke”diri”an juga harus digunakan sebagai pertimbangan. Simplenya, semua harus terukur. Kenapa kamu melakukan ini, kenapa tidak, bagaimana manfaatnya dan lain sebagainya. Simulasi yang paling mudah Bayu tumbahkan kala itu, dalam melakukan sesuatu, sebelum niat cukup gunakan matric pertimbangan dari wajib, sunah, makruh, mubah dan haram. Kotakkan dan tentukan seluruh tindakan yang akan kamu lakukan masuk ke kotak mana. Jika banyak manfaat daripada mudharat maka “gasruk ae!. Lakukan!”. Tetapi kalau sampai dihitung2 sangat banyak mudharatnya ketika akan dilakukan, atau masuk kategori haram, ya jangan dilakukan. InshaAllah kalau soal panguripan dengan pertimbangan itu akan “jadi” apa yang dicita citakan. Bayu tidak berani dalam bertutur pada ranah “tresno”. Sebab dengan statusnya, ia belum cukup valid untuk berstatemen tentang hal itu.

Di ahir sesi, tepat pukul 3.17, diskusi diakhiri dengan membaca tarqim, dan surat An-Nur ayat 24 kemudian istighfar.

~ Red/Bayu

Beriklan Disini Beriklan Disini