Reportase Manunggal Syafaat Mei 2020 Edisi Online - Ngadeg Bareng

Sumber Gambar : Redaksi Manunggal Syafaat

Tema: Ngadeg bareng

Ada 7 poin dalam pembahasan ini antara lain:

  1. Langkah utama menghadapi situasi pandemi
  2. Cara bertahan sebagai ‘wong ndeso’ dalam menghadapi pandemi untuk bahan belajar bersama khususnya masyarakat perkotaan
  3. Strategi keamanan komunitas terkecil (keluarga, dusun, karang taruna, dll)
  4. Mengatasi krisis psikologi dan kejenuhan pikir selama di rumah saja
  5. Management informasi ketika pandemi dan filter pikir terhadap informasi yang beredar
  6. Sinau nandur (ketahanan pangan jangka pendek)
  7. Pertahanan ekonomi mikro komunitas

Video dokumentasi dapat diakses di video berikut

 

Alfatihah, istighfar, sholawat semoga selalu tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW. Dalam situasi yang tidak mudah ini, ada baiknya kami saling sinau bareng dalam lingkaran kecil kami, agar bisa ‘ngadeg bareng’ menghadapi situasi dengan selamat. Dalam 7 poin diatas adalah sebagai acuan kami nggelar kloso sebagai dasar diskusi.

  1. Langkah utama menghadapi situasi pandemi

Dalam Q.S Al Baqarah ayat 243, Allah berfirman yang terjemahannya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati, maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Dalam mentadabburi ayat tersebut, kami mengartikan bahwa ini adalah ayat yang bisa dijadikan acuan dalam menghadapi situasi wabah. Bahwa jika dalam tempat dimana ada wabah, maka tidak keluar dari tempat itu (menghindari penularan). Dan jika diluar tempat wabah, maka tidak masuk ke tempat tersebut. Penerapan tentang pembatasan wilayah perlu dilakukan dalam situasi wabah, dan dimaknai sebagai cobaan agar manusia semakin sabar dalam menghadapi wabah tersebut. Kesabaran dalam menghadapi situasi wabah ini bisa bernilai ibadah kepada Allah dengan lebih mendekatkan diri pada Allah dan Rosul, dan terus belajar dan berusaha untuk menemukan solusi agar bisa berhasil dalam menghadapinya.

Bersholawat kepada Nabi Muhammad untuk mendapat cintanya Allah, karena Allah tidak akan menyiksa manusia selama masih ada Nabi Muhammad di sekitarnya.

 

  1. Cara bertahan sebagai ‘wong ndeso’ dalam menghadapi pandemi untuk bahan belajar bersama khususnya masyarakat perkotaan

Dalam urusan ketahanan, seringkali ‘wong ndeso’ lebih mempunyai ketahanan dibandingkan orang yang terbiasa hidup sebagai orang kota. Dalam situasi darurat cenderung mengutamakan kebutuhan pokok yang mana lebih banyak dihasilkan oleh orang desa. Sudah saatnya untuk mempraktekkan kebaikan-kebaikan kegiatan desa seperti menanam tanaman, dll. Karena dijaman yang sangat modern ini memungkinkan untuk perkotaan melakukan penanaman dengan berbagai metode yang mana sangat cocok dengan keadaan seperti minimnya lahan. Karena menanam adalah bagian dari ibadah kepada Allah. Tentunya dengan tidak melupakan anjuran ketika situasi wabah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan juga menjaga agar meminimalisir penularan. Dalam waktu dekat ini, yang perlu dilakukan adalah persiapan. Menyiapkan apa saja yang perlu dibeli untuk menghadapi ini. Namun, dengan memperhatikan etika dan tidak melakukan panic buying. Karena persiapan adalah sesuatu yang terukur. Perlu membeli apa, membeli berapa, untuk berapa lama, punya uang berapa, ketersediaan untuk orang lain di sekitar, dan masih banyak lagi, semua harus terukur agar tidak terjadi panic buying seperti belakangan ini terlihat.

 

  1. Strategi keamanan komunitas terkecil (keluarga, dusun, karang taruna, dll)

Memang dalam situasi wabah ini, dampaknya sangat besar. Tidak hanya tentang kesehatan, namun telah menjalar ke dampak ekonomi, sosial, dan termasuk keamanan. Belakangan ini semakin meningkatnya kasus kriminal mungkin karena takut tidak punya uang, tidak bisa makan, dan lain-lain. Untuk mengatasi situasi keamanan ini, solusi termudah adalah hidupkanlah rumah masing-masing, kemudian lingkungan sekitar. Jika dalam suatu lingkungan terasa hidup, maka potensi kriminalitas akan menurun. Sebagai contoh, pencuri akan mencuri di tempat yang sedang lalai atau situasi yang tidak hidup. Membuat kegiatan di rumah dan lingkungan adalah salah satu solusi agar rumah dan lingkungan menjadi terasa hidup sepanjang waktu.

 

  1. Mengatasi krisis psikologi dan kejenuhan pikir selama di rumah saja

Untuk mengatasi kejenuhan dalam situasi yang serba dibatasi ini, ataupun di rumah saja, maka membuat kegiatan yang positif adalah salah satu solusi. Kembali lagi ke poin-poin awal, ada banyak yang bisa kita pelajari agar mempunyai kegiatan baru yang positif, lebih lagi bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. harapannya adalah seperti yang sudah diungkapkan oleh Cak Nun pada Mocopat Syaaat online lalu. Jangan seperti orang yang berpuasa dan menunggu kapan akan datang waktu berbuka. Tapi jadikan situasi ini untuk menciptakan keseimbangan baru dan kegiatan baru yang mudah-mudahan bermanfaat. Atau dalam bahasa modern yang sedang terkenal adalah ‘new normal’. Harapannya, setelah situasi ini, keseimbangan baru akan terwujud untuk masa depan yang lebih baik.

 

  1. Management informasi ketika pandemi dan filter pikir terhadap informasi yang beredar

Datangnya informasi saat ini sangatlah sulit untuk dilacak dari mana sumbernya. Jika informasi datang dari orang yang sudah kita kenal dapat dipercaya, sering memberikan informasi yang akurat, maka berprasangka baiklah. Tapi jika informasi yang didapat berasal dari orang yang dikenal sering berbohong, maka lacaklah informasi tersebut jika mau. Jika tidak mau maka informasinya boleh diabaikan. Dan jika informasinya berasal dari orang yang tidak dikenal, ataupun kadang memberikan informasi yang akurat, tapi juga terkadang memberikan informasi yang tidak akurat, maka sifat kita tidak terlalu dipikirkan. Lebih tepatnya adalah membaca keadaan. Jika informasinya mempunyai pengaruh secara langsung terhadap diri dan keluarga, maka ada baiknya melakukan pengecekan dan melacak kebenarannya. Namun jika tidak terlalu berpengaruh, anggap saja hanyalah informasi angin lalu yang belum tentu kebenarannya.

Kemudian yang penting juga adalah menguatkan pola pikir dan memperkaya ilmu sesuai kemampuan. Ilmu tentang situasi wabah, ilmu cara bertahan atau survive, dan lain-lain.

 

  1. Sinau nandur (ketahanan pangan jangka pendek)

Lebih detail akan diuraikan tentang tanaman yang penting dalam ketahanan pangan jangka pendek.

  • Kangkung: mudah ditanam, mempunyai waktu tanam yang cepat yaitu 25-35 hari, dan setelah panen pertama bisa dipanen ulang setiap 2 minggu. Dalam pengolahan kangkung, ada banyak pengalaman bahwa mengkonsumsi kangkung mengakibatkan berkurangnya tenaga atau lemes. Ada pendapat untuk solusi adalah mengkonsumsi dengan sambal.
  • Sawi dan selada: masa tanam 35-40 hari
  • Tanaman bumbu, bawang: masa tanam 40 hari keatas.
  • Budidaya aquaponik hidroponik: pemeliharaan ikan dalam ember, kemudian di atas ember dimanfaatkan sebagai aquaponik di lingkaran embernya. Sebagai media tanam adalah arang, dan botol bekas. Untuk menjaga air ikan tetap baik, bisa dibuat filter air yang mana membutuhkan 1 ember lagi sebagai filter, dan menggunakan jalur air yang bisa digunakan untuk hidroponik secara sekaligus. Dengan lingkungan yang minim, sudah bisa mempraktekan bududaya ikan dan tanaman. Ada banyak referensi di youtube dengan kata kunci budidaya ikan dan aquaponik di ember.

 

  1. Pertahanan ekonomi mikro dan komunitas

Dalam upaya untuk survive di situasi saat ini, melakukan kegiatan di poin-poin atas harapannya akan memberikan hasil yang positif dan jika itu dilakukan di suatu lingkungan, maka akan tercipta kemandirian dalam lingkungan tersebut. Dan efeknya semoga bisa meningkatkan kekuatan ekonomi mikro masyarakat. Harapan kedepannya lagi adalah setelah situasi wabah ini berakhir, hal-hal menyangkut ketahanan primer ini tetap berjalan dan seperti yang sudah ditulis, menjadikan keseimbangan baru yang lebih baik.

Kemudian pengolahan makanan atau bidang kuliner juga bisa digerakkan dan pemasaran online. Mengingat memang akhir-akhir ini sudah banyak sekali masyarakat yang sudah memutar otak dan membuat upaya baru di bidang kuliner dan pemasaran online.

 

Kesimpulan:

  • Pada kondisi saat ini, ada baiknya kita mulai memikirkan dan melakukan hal-hal yang sifatnya untuk kebutuhan primer. Salah satu contohnya adalah pangan.
  • Memanfaatkan lahan sekitar untuk meningkatkan ketahanan pangan, dengan banyak macam cara budidaya secara biasa ataupun modern dan juga untuk meningkatkan ekonomi.
  • Terus belajar dan senantiasa menacari hikmah atas terjadinya situasi wabah ini didasari kesabaran dan kesadaran bahwa kita ini adalah makhluk Allah yang harus selalu mengabdi kepada Allah.

~ red/panca

Beriklan Disini Beriklan Disini