Satriya Wirang

Sumber Gambar : Redaksi Manunggal Syafaat

Muqaddimah Manunggal Syafaat Juni 2020

SATRIYA WIRANG

Dunia seakan berhenti berputar di masa-masa pandemi. Kalaupun kelihatan berputar itu pun hanya bergerak pelan, tidak seperti biasanya. Berbagai aktifitas terhambat bahkan terganggu, baik dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun budaya. Hal tersebut membuat sebagian besar individu menjadi gelisah. Kegelisahan itu terutama karena mereka tidak mampu menjalani kehidupan normal seperti biasanya. Banyak sekali rencana atau master plan terpaksa gagal dilaksanakan akibat Covid-19. Kegagalan ini menjadi beban tersendiri sehingga menyebabkan rasa “malu” pada sebagian besar individu, seakan-akan seperti ksatria yang kalah dalam peperangan (satriya wirang). Rasa “malu” tersebut tidak hanya disebabkan karena rencana yang gagal, namun karena merasa tidak mampu menjalankan peran yang semestinya disandangnya. Peran yang dimaksud dapat berupa peran sebagai orang tua, sebagai anak, sebagai anggota masyarakat, sebagai pemimpin maupun peran-peran yang diamanahkan oleh orang lain atau peran yang diminta sendiri.

Lalu bagaimana mengatasi rasa wirang atau “malu” ini? Apa yang seharusnya dilakukan ketika peran yang harus dimainkan terbentur oleh keadaan?

Satriya Wirang

-[Bima Yusuf, Penggiat Lingkar Manunggal Syafaat]

Beriklan Disini Beriklan Disini